Renungan:Antara “Takdir Tuhan” dan “Usaha Manusia”

Oktober 23, 2008



Ada sebuah cerita yang pernah diberikan oleh guru saya waktu masih duduk di bangku SMP. Ceritanya itu berisi sebuah renungan mengenai hubungan “Takdir Tuhan” dengan “Usaha Manusia”.

Kurang lebih ceritanya kayak gini. Alkisah(cie….kayak jadi lampau banget) Tuhan Telah memberi takdir kepada dua orang manusia sebelum mereka dilahirkan. Takdirnya itu adalah keduanya akan menjadi seorang dokter. Tidak bisa diubah pokoknya mereka akan menjadi dokter. Seiring berjalannya wakyu, akhirnya kedua manusia itu dilahirkan. Sama seperti manusia lainnya, mereka pun menjalani kehidupannya sampai tibalah masa mudanya.

Budi (manusia satu) mengisi dan menjalani kehidupannya dengan sebenar-benarnya. Shalat lima waktu tidak pernah dia tinggalkan. Dia tidak pintar-pintar amat, tapi kalau masalah ketekunan luar biasa giatnya. Kalaumasalah rengking, tidak pernah dia berada di zona degradasi. Malahan dia sering ada di kelasmen atas. Kadang di puncak kelasmen, kadang di posisike dua, kadang juga di posisike tiga. (Lho kok kayak liga sepak bola).

Kuna (manusia dua), biasa dipanggil Kun. Masa mudanya itu sangat timbal balik dengan Budi. Agamanya tidak jelas. Ngakunya sih Islam, tapi shalatnya lebih banyak yang bolong dari pada yang dikerjakan. Begitu pula dalam hal pelajaran. Sebenarnya sama seperti Budi, dia juga tidak pintar-pintar amat. Tapi yang bedaitu Budi nya rajin, sedangkan dia malas (banget). Sehingga yang awalnya tidak pintar-pintar amat berubah menjadi amat tidak pintar-pintar.

Akhirnya keduanya tiba pada masa “penganugrahan” takdir Tuhan itu. Ya…..memang benar takdir tuhan yang telah diberikan dahulu tidak berubah,tetap, keduanya menjadi seorang dokter. Namun ada perbedaan perlakuan antara kedua manusia itu. Budi dengan usahanya yang gigih berhasil mendapat gelar “Dr.” di depan namanya. Sekarang dia dipanggil Dr. Budi (dokter Budi). Sedangkan Kun dengan usahanya yang bisa dibilang nihil juga mendapatkan gelar di depan namanya yaitu “Du”. Sekarang dia dipanggil Du Kun (baca: dukun) atau mbah dukun.

Meski dokter dan dukun memiliki kesamaan yaitu mengobati orang yang sakit. Namun sudah jelas, dipandang dari segi kehormatn dan pendapatan, jelas dokter lebih tinggi daripada dukun.(Maaf tanpa ada rasa merendahkan pekerjaan suatu pihak)

Jadi mungkin seperti itu ceritanya dengan cukup banyak perubahan dari saya. Sekali lagi saya meminta maaf jika ada pihak yang merasa disakiti atau dilecehkan. tulisan ini hanya sebuah cerita fiktif yang mungkin bisa menjadipelajaran bagi kita.

Siddiq Basid

Entry Filed under: Renungan-Motivasi. Tag: , , , , , , , , .

8 Comments Add your own

  • 1. aRuL  |  Oktober 31, 2008 at 12:47 pm

    wah ceritanya mencerahkan…..
    tapi kadang hasil dari pahala itu tidak mesti di dapat di dunia…
    bisa jadi di akhirat..

  • 2. Gelandangan  |  November 1, 2008 at 4:42 am

    terima kasih atas pencerahaannya mas

  • 3. andy  |  November 1, 2008 at 10:18 am

    pencerahan nya bagus mas

  • 4. erander  |  November 3, 2008 at 3:42 am

    Seperti halnya .. seorang ekonom. Ada yang menjadi sarjana ekonomi lewat tempaan yang hebat. Sedangkan yang satunya hanya belajar singkat. Sama² mendapatkan gelar SE, tapi belum tentu hasil yang diperoleh.

    Dan hal ini tidak dapat menjamin juga. Ketika SE kutu buku bekerja, dia lebih condong hanya sebagai pengamat. Bahkan dia melanjutkan S2 dan S3. Banyak tulisan sudah dia buat. Pemikirannya sangat brilian.

    Sedangkan SE yang anti buku, lebih berkiprah didunia enterprenuer. Bikin usaha dan menggaji orang² pintar untuk mengelola usahanya. Jatuh bangun. Dan sukses.

    Kesuksesan SE yang anti buku, dipelajari oleh SE yang kutu buku. Dan dibuat kesimpulan dan menerbitkan buku kisah sukses SE yang anti buku.

  • 5. han2cute  |  November 3, 2008 at 6:00 am

    ahahahhaahaha,,,
    perumpamaan yg sangat bagus!!!!

  • 6. han2cute  |  November 4, 2008 at 1:28 pm

    salam kenal teman baru,,,hehhe,,,mana postingan baru???

  • 7. gamechess  |  Desember 30, 2008 at 10:53 pm

    asslmkum…hlo mas bos slam kenal…artikelnya bagus…ditunggu lainnya.trims waslmkm

  • 8. BAGONg  |  Juli 23, 2009 at 1:34 pm

    kami katakan bahwa seorang mu’min harus ridha kepada Allah sebagai Tuhannya, dan termasuk kesempurnaan ridhaNya yaitu mengimani adanya qadha dan qadar serta meyakini bahwa dalam masalah ini tidak ada perbedaan antara amal yang dikerjakan manusia, rizki yang dia usahakan dan ajal yang dia khawatirkan. Kesemuanya adalah sama, sudah tertulis dan ditentukan. Dan setiap manusia dimudahkan menurut takdir yang ditentukan baginya.INTINYA ALLAH MENTAKDIRKAN MANUSIA DALAM RIZKI, UMUR, AJAL DALAM KADAR YANG SAMA, TINGGAL SEJAUH MANA USAHA MANUSIA

Leave a Comment

Required

Required, hidden

Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Web Log atau Blog adalah sebuah fasilitas baru sebagai media menulis, membaca, dan media pembelajaran bermanfaat lainnya. Hal ini sudah lama diterapkan oleh bangsa-bangsa maju. Kita sebagai bangsa Indonesia seharusnya malu jika kita tidak mau merenovasi diri kita dan terus berada dalam ketertinggalan.
Untuk itu, Kita sebagai Bloger "berkewajiban" untuk mengajak orang di sekitar kita untuk bergabung dan maju menuju tradisi baru insan modern.

www.siddiqbasid.wordpress.com

KATEGORI

Berita ICT Islam Renungan-Motivasi Resensi Film Uncategorized

Detector

Yang liat blog ini ada

orang

MAI PREN

MINE

 

Oktober 2008
S S R K J S M
    Nov »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Blog Stats

  • 974 hits

Tulisan Terakhir

Komentar Terakhir

Domba Garut! di Mgestyk Siap Menggantikan Mous…
IblizOffence di Kisah Dua Sahabat Dalam P…
BAGONg di Renungan:Antara “Takdir …
dreamer di Profil
dreamer di Profil
dreamer di Buku Tamu
dreamer di Dua Pilihan yang Menyesat…
dreamer di Dua Pilihan yang Menyesat…
conanboyz di Buku Tamu
ndn di Kisah Dua Sahabat Dalam P…

Arsip

Spam Blocked

Tulisan Teratas

MY COMMUNITY

banner angingmammiri