Tanpa Matahari

Gelap.

Cih, aku benci seperti ini.
Hanya bisa meraba-raba dan sedikit melangkah.
Hanya bisa meraba-raba dan sedikit melangkah.
Hanya bisa meraba-raba dan sedikit melangkah.
Terus begitu.

Si Optimis mencoba menyenangkanku, sudah dekat katanya.
Tapi tetap saja teriakan Si Pesimis jauh lebih keras.
Jatuh lah aku sejatuh-jatuhnya.
Sakit.

Aku tersesat, hati ini tersesat.

Ya Allah.
Aku butuh yang aku sendiri tak tahu apa yang aku butuhkan.
Aku hanya ingin tahu jalan mana yang harus ku tempuh.
Jalan menuju mimpi-mimpiku.

Kalau bukan Kamu, lalu kemana lagi hamba meminta pertolongan.

Surabaya, 10 November 2011

Tentang Siddiq Basid

"hargailah hari kemarin, mimpikanlah hari esok, tapi hiduplah untuk hari ini"

2 responses to “Tanpa Matahari

  1. like this part:
    Ya Allah.
    Aku butuh yang aku sendiri tak tahu apa yang aku butuhkan.
    Aku hanya ingin tahu jalan mana yang harus ku tempuh.
    Jalan menuju mimpi-mimpiku.
    :)

  2. “Kalau bukan Kamu, lalu kemana lagi hamba meminta pertolongan”

    keren…
    saya suka kata – kata penutup itu…
    hayoo update lagi blog nya…

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.