Gelap.
Cih, aku benci seperti ini.
Hanya bisa meraba-raba dan sedikit melangkah.
Hanya bisa meraba-raba dan sedikit melangkah.
Hanya bisa meraba-raba dan sedikit melangkah.
Terus begitu.
Si Optimis mencoba menyenangkanku, sudah dekat katanya.
Tapi tetap saja teriakan Si Pesimis jauh lebih keras.
Jatuh lah aku sejatuh-jatuhnya.
Sakit.
Aku tersesat, hati ini tersesat.
Ya Allah.
Aku butuh yang aku sendiri tak tahu apa yang aku butuhkan.
Aku hanya ingin tahu jalan mana yang harus ku tempuh.
Jalan menuju mimpi-mimpiku.
Kalau bukan Kamu, lalu kemana lagi hamba meminta pertolongan.
Surabaya, 10 November 2011




like this part:
Ya Allah.
Aku butuh yang aku sendiri tak tahu apa yang aku butuhkan.
Aku hanya ingin tahu jalan mana yang harus ku tempuh.
Jalan menuju mimpi-mimpiku.
“Kalau bukan Kamu, lalu kemana lagi hamba meminta pertolongan”
keren…
saya suka kata – kata penutup itu…
hayoo update lagi blog nya…