Selamat Jalan Sahabat

Innalilahi Wa Inna Ilaihi Rajiun. Sebuah kabar duka datang hari mimggu kemarin, tepatnya 6 Desember 2009. Bapak saya memberi tahu kabar duka itu lewat telefon. Awalnya saya kurang yakin, bahkan sampai hari ini. Akhirnya saya baru percaya setelah diberi tahu teman saya yang ada di Makassar melalui chatting Facebook, lalu dia pun menceritakan apa yang sebenarnya terjadi.

Teman Sebangku Saat Sekolah Dasar
Namanya Muhammad Adnan Syen. Kami biasa memanggilnya Adnan atau Nanang. Almarhum merupakan teman saya waktu duduk di bangku Sekolah Dasar. Ada banyak kenangan yang masih membekas diingatanku tentang dia. Namun sudah menjadi takdir Allah SWT untuk memanggilnya terlebih dahulu sebelum kami.

Saat zaman saya masih duduk di bangku SD belum ada yang namanya Olimpiade Sains Nasional. Yang ada hanya Lomba Mata Pelajaran. Saya, Nanang, dan seorang teman lagi bernama Firman Usman bersaing dalam Lomba Mata Pelajaran tersebut bidang matematika. Kami sering berlomba menyelesaikan soal matematika di kelas. Kami memang bersaing, namun tetap menjunjung tinggi pertemanan kami. Saat itu memang saya menjadi wakil sekolah setelah berhasil mengalahkan mereka. Saat itu saya yakin kemampuan mereka sama atau mungkin lebih baik dari aku, tapi mungkin saya lebih siap dan lebih beruntung saat itu. Tapi bagaimanapun almarhum pernah menjadi rival berat saya.

Ada satu kenangan juga yang masih saya ingat sampai saat ini yaitu almarhum sering traktir makan bakso. Almarhum bisa ambil bakso yang ada di dekat Rumah Sakit Tonasa sepuasnya karena Ibunya yang seorang doktr selalu membayar baksonya tiap bulan. Makanya dia sering mentraktir kita. Pokoknya enak banget rasanya ditraktir bakso saat itu apalagi uang yang saya miliki pas-pasan saat itu. Dan itu tidak terjadi satu kali. Thanx Nang.

Sejak lulus dari SD saya sudah jarang bertemu dengan dia. Saya sudah tidak satu SMP dan SMA lagi dengan dia. Namun komunikasi dan silaturahmi kami tetap berjalan meski lewat SMS dan Facebook.

Terserang Asma
Menurut kabar dari teman saat itu almarhum bersama teman lain sedang ada kegiatan di Malino. Malino merupakan tempat dengan suhu yang sangat dingin. Awalnya almarhum bersama teman lain tinggal di Mushollah. Malam harinya dia diajak teman-teman makan pisang goreng dan sarabba. Lalu setelah itu almarhum dan seorang teman pergi ke WC. Ternyata setelah keluar dari WC dia terjatuh lalu dia dibawa ke puskesmas terdekat. Asmanya kambuh saat berada di WC. Kondisi dia saat itu sangat kritis dan ternyata setelah sampai di puskesmas almarhum sudah tidak tertolong lagi. Innalilahi Wa Innailaihi Rajiun. Sungguh tidak ada satupun dari kita sebagai manusia yang mengetahui kapan ajal menjemput kita. Hanya Allah SWT lah yang Maha Mengetahui.

Orang-Orang Tertawa Saat Dia Hadir di Dunia Ini, Lalu Orang-Orang Menangis Saat Dia Meninggalkan Dunia Ini
Merupakan sebuah cobaan yang berat bagi keluarga Nanang atas kejadian ini. Terutama Ibunya. Ibunya sangat sayang kepada almarhum. Tangis haru semua pelayat yang menghadiri pemakaman saat proses penguburan berlangsung. Tangis yang memilukan hati. Semoga keluarga dan sahabat yang ditinggalkan diberi ketabahan oleh Allah SWT.

Selamat Tinggal Sahabat

Semoga Allah SWT memberi tempat yang layak dan tinggi di sisi-Nya
Segala pengorbanan, jasa, dan amal jariyah yang telah kamu tebarkan ke orang lain akan selalu bermanfaat dan berguna.

Sekali Lagi Selamat Jalan Kawan
siddiq basid

2 thoughts on “Selamat Jalan Sahabat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s