Surat Buat Bapak Presiden | Kompetisi Website Kompas MuDA – KFC

Yth. Bapak Presiden

di

tempat

Saya bukan siapa-siapa di negeri ini.  Saya hanyalah seorang pemuda yang tidak jauh berbeda dengan pemuda kebanyakan yang dimiliki bangsa ini. Seorang pemuda yang telah lama menanti kesejahteraan bangsa ini meski kenyataan  belum sejalan dengan impian-impian itu. Namun saya yakin, suatu saat bangsa ini bisa menunnjukkan lagi taringnya. Ya, saya yakin kita akan sampai di sana. Amin

Begitu banyak cobaan dan masalah besar yang dihadapi oleh pemerintahan Bapak kadang membuat saya merasa iba. Belum selesai masalah yang satu, sudah datang lagi masalah yang lain. Semuanya datang bertubi-tubi. Namun sungguh semua itu akan membuat kita berfikir lebih bijak dan dewasa.

——————–

Kasus bailout Bank Century sudah berlarut-larut dan tak kunjung usai. Di tengah penderitaan nasabah yang menjadi korban kasus tersebut, pansus malah menayangkan drama adu mulut yang tidak penting. Bukan hanya itu, salah seorang anggota pansus dari fraksi partai Bapak menurut saya sering menjadi sumber keonaran. Entah apa mau dia dengan berakting seperti itu. Mungkin dia berfikir bahwa panggung politil itu tidak jauh beda dengan panggung akting yang pernah dia jalani. Tapi terus terang itu bukan tontonan politik yang sehat.

Semoga Bapak bisa mengambil keputusan yang lebih tegas.

——————–

Saya masih ingat peristiwa “Aksi 100 hari pemerintahan SBY-Boediono” yang dilakukan oleh para aktifis hampir di seluruh penjuru tanah air 28 Januari lalu. Di mana-mana terjadi demonstrasi bahkan di beberapa tempat ada yang sampai bentrokan. Saat itu saya sudah berfikiran pesimis bahwa saat itu mungkin pemerintahan ini akan dilengserkan dengan paksa oleh aksi para aktifis itu. Bayang-bayang mengenai peristiwa lampau “Pelengseran Pemerintahan Reformasi” muncul di kepala saya saat itu. Namun syukur hal itu tidak terjadi.

Saya berharap Bapak bisa mengambil pelajaran dari hal itu. Saya berharap Bapak bisa mendengar aspirasi yang telah diperjuangkan para aktifis saat itu. Tidak cuma menjadi hal yang masuk telinga kanan keluar teringa iri. Cobalah hargai perjuangan mereka meskipun masih banyak tindakkan mereka yang bisa dibilang sangat mengecewakan.

“Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri.” – Bung Karno

——————–

Keputusan Bapak mengenai kebijakan alokasi anggaran pemerintahan yang lebih banyak kepada belanja pencitraan daripada belanja kepentingan rakyat jujur membuat saya sangat kecewa. Keputusan mengenai kenaikan gaji pejabat, pembelian pesawat VVIP merek Boeing 737-400 seharga Rp 200 miliar sebagai pesawat pribadi presiden , pengadaan mobil dinas mewah jenis Toyota Crown Saloon senilai Rp 1,3 miliar perunit untuk para pejabat negara dan menteri kabinet, renovasi pagar halaman dan pengadaan security system di lingkungan Istana Kepresidenan dan Wakil Presiden dengan anggaran Rp.22,55 miliar, bagi-bagi komputer di DPR sangat tidak bijak menurut saya.

Kadang saya berfikir, masih adakah nurani di hati para pejabat negeri ini.

Sudah buta-kah Anda?

Di tengah kondisi perekonomian rakyat yang masih terpuruk, pantaskah Anda meminta kenaikan gaji? Pantaskah Anda mendapatkan fasilitas mobil mewah ataupun pesawat pribadi?

Tanyakan pada hati nurani Anda.

Sungguh. Demi Allah SWT, segala kekuasaan dan kepemimpinan Anda akan dipertanggung jawabkan di hari kemudian.

“Kami menggoyangkan langit, menggempakan darat, dan menggelorakan samudera agar tidak jadi bangsa yang hidup hanya dari 2 sen sehari. Bangsa yang kerja keras, bukan bangsa tempe, bukan bangsa kuli. Bangsa yang rela menderita demi pembelian cita-cita.”- Bung Karno

Entah apa yang akan dikatakan Bung Karno melihat tingkah pemimpin bangsa yang berfoya-foya ditengah penderitaan rakyatnya seperti saat ini.

Fasilitas-fasilitas seperti pesawat pribadi dan mobil untuk para pejabat memang sangat penting, tapi melihat kondisi Indonesia yang seperti ini kebutuhan-kebutuhan tersebut tidak menjadi yang primer. Masih banyak kebutuhan lain yang lebih penting.

Mungkin Anda kenal dengan presiden Iran, Mahmoud Ahmadinejad. Jujur saya bangga terhadap presiden yang seperti itu. Beliau adalah presiden paling sedrhana di dunia. Pakaian yang dikenakan beliau tak semahal pakaian tokoh-tokoh pemimpin lainnya. Bahkan beliau hanya menggunakan karpet sebagai alas untuk wawancara dengan para reporter.

Mungkin banyak orang yang menertawai atau mencibir tentang kesederhanaanya itu. Tapi setidaknya rakyatnya bangga dengan beliau. Itu semua karena beliau hidup sederhana di tengah kesusahan rakyatnya, bukan menjadi pemimpin yang hidup bermegah-megahan di tengah kesusahan rakyat.

——————–

Kami masih berharap besar kepada Bapak untuk meneruskan apa yang menjadi cita-cita bangsa ini.

Saya meminta maaf jika ada kata-kata yang kurang berkenan di hati Bapak. Tapi percayalah, semua itu kami lakukan demi kejayaan Bangsa ini.

Pemuda yang Menanti Kejayaan Negeri Ini

Tulisan ini khusus saya buat atas partisipasi saya dalam Kompetisi Website Kompas MuDA – KFC. Untuk melihat artikel lain yang saya buat atas partisipasi saya dalam Kompetisi Website Kompas MuDA – KFC silahkan klik di sini.

Iklan

2 thoughts on “Surat Buat Bapak Presiden | Kompetisi Website Kompas MuDA – KFC

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s