Orientasi Proses, Bukan Orientasi Hasil !

“The most important thing in life is not the triumph but the strugle”

(Pierre De Coubertin)

Satu hal yang terpenting dalam hidup ini bukanlah terletak pada kemenangan tetapi pada usaha meraihnya. Kemenangan memang penting, tapi usaha untuk meraih kemenangan jauh lebih penting.

Ibarat pertandingan sepak bola, tiap tim pasti ingin melihat timnya menang. Namun dalam sebuah pertandingan tentu harus ada yang menang dan ada yang kalah. Tim yang lebih mementingkan kemenangan ketimbang usaha meraih kemenangan akan menghalalkan segala cara untuk meraih kemenangan. Tidak peduli bagaimana caranya yang jelas timnya bisa menang. Pemain tidak menjunjung lagi jiwa sportifitas, bahkan wasit pun menjadi tidak adil dan memihak ke salah satu tim. Akhirnya pertandingan menjadi kacau dan supporter melakukan kericuhan.

Beda halnya dengan tim yang yang lebih mementingkan usaha meraih kemenangan. Tidak peduli menang atau kalah, mereka hanya bertekad dan berusaha sebaik mungkin. Mereka memperlihatkan pertandingan yang sportif dan usaha pantang menyerah. Akhirnya pertandingan damai, tidak ada kericuhan, dan semua pihak senang.

Sekarang saya akan mencoba membawa wacana tersebut ke dalam dunia pendidikan.

Pendidikan Orientasi Hasil : Pendidikan yang tidak mementingkan proses dan hanya mementingkan hasil. Lembaga pendidikan yang menerapkan orientasi hasil akan menjadikan statistik sebagai tolak ukur kesuksesan. Mereka akan merasa menjadi Perguruan Tinggi Terbaik jika statistik menunjukkan hasil yang baik. Mereka hanya akan merasa sukses jika angka kelulusan dan nilai rata-rata IP wisudawan tinggi. Mereka tidak peduli apakah statistik tersebut benar-benar telah menggambarkan kualitas lulusan atau tidak, yang jelas statistik harus menunjukkan peningkatan.

Pendidikan Orientasi Proses : Pendidikan yang sangat mementingkan proses. Pendidikan ini merupakan kebalikan dari pendidikan orientasi hasil. Sistem pendidikan ini tidak menjadikan hasil sebagai tujuan utama. Misalnya, tugas atau pekerjaan rumah tidak harus benar semua, tapi yang ditekankan adalah sejauh mana usaha mahasiswa. Sistem pendidikan ini sangat tidak mementingkan nilai.

Orientasi Hasil Ibarat Punya SIM C  tapi Tidak Mahir Mengendarai Motor. Salah seorang dosen saya pernah memberi sebuah cerita yang sangat berharga menurut saya. “Salah besar kalau motivasi kalian kuliah itu hanya untuk dapat nilai atau  IP tinggi. Ijazah dengan ilmu itu ibarat SIM dengan kemahiran mengendarai motor. Mana coba yang lebih penting, punya SIM tapi tidak tahu bawa motor atau tahu bawa motor tapi tidak punya SIM ?…….Ya jelas tahu bawa motor tapi tidak punya SIM. Makanya mulai sekarang ubah motivasi kalian. Kalian belajar itu untuk dapat ilmu, bukan untuk dapat nilai.”😀

——————————————————————————

Tulisan ini terinspirasi dari sebuah film India karya Rajkumar Hirani yang berjudul “3 Idiots”. Film ini tidak kalah menarik jika dibandingkan dengan film india terkenal seperti “Slumdog Millioner” dan My Name Is Khan”. Saya sangat merekomendasikan anda untuk menonton film ini karena banyak pelajaran yang akan anda dapatkan dari film ini. Trust Me It Works (kayak iklan susu :D)

4 thoughts on “Orientasi Proses, Bukan Orientasi Hasil !

  1. affan berkata:

    yayayay…
    mantep cika’ tulisannya…
    rajin ko nge-blog di…
    saya masih males…hehehe….

    pa kabar??gimana kuliah mu??

    hahaha, saya juga masih tidak terlalu rajin ini….
    alhamdulillah baik…..kuliah? lancar lah….😀

  2. ichanx berkata:

    mantep… intinya, semuanya diusahakan dulu… mengenai hasilnya, biarlah kita berserah pada yang diatas…

    makasih atas kunjungannya mas…..akhirnya blog ini dikunjungi sama blogger hebat kayak sampean…..😀

  3. moehs berkata:

    Wanaktubu ma qoddamu waatsarohum..
    “Kami tuliskan apa yang mereka kerjakan dan atsar-nya (dampak/hasil)”
    jadi proses dan hasil sama-sama penting, karenanya perbuatan apapun bisa mendapat punishment atau reward..baik karena perbuatan maupun dampaknya..
    wallahu ‘a’lam.


    nice think mas

  4. Hasil Prima berkata:

    saya kurang setuju, kenapa selalu orientasi hasil di ibaratkan hasilnya pasti atau bisa negatif sedangkan orientasi proses , proses itu selalu positif? maksudnya orientasi hasil pastinya hasilnya bagus semua bukan hasil yang asal2an sama kayak proses ya proses yang bagus semua bukan proses yang asal2an ? orientasi proses lebih baik dilakukan oleh birokrat dan oritentasi hasil dilakukan oleh bisnisman. Kalau cuma berorientasi proses pasti mementingkan proses baik dan tidak memikirkan hasil yang baik karena sudah ada asumsi (sekali lagi asumsi ) bahwa hasil pasti baik kalau proses sudah benar …. biasanya org yg berorientasi proses jarang dipromosikan atau naik jabatan (hasil survey google)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s