ITS untuk Indonesia : Electric City Car

Sepertinya mimpi bangsa ini untuk membangun industri mobil listrik semakin terang. Setelah sebelumnya beberapa karya anak bangsa mempertontonkan hasil kerja keras mereka dalam menciptakan mobil listrik, kini muncul satu karya lagi yang tak kalah ciamik. Kali ini karya almamater saya sendiri ITS. Sebuah mobil listrik empat penumpang diluncurkan hari ini di kampus perjuangan ITS.

Karya fenomenal kembali lahir dari tangan-tangan kreatif sivitas akademika ITS. Sebuah mobil listrik jenis 4-Seater Electric City Car secara resmi diluncurkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Prof Dr Ir Mohammad Nuh DEA, Sabtu (26/1). Tak hanya itu, mantan rektor ITS ini juga diberi kepercayaan untuk memberikan nama terhadap mobil listrik yang menjadi ikon baru kampus perjuangan. Nama “EC-ITS 1.0” diambil dari filosofi mobil tersebut dimana kata EC yang dibaca easy memiliki makna bahwa membuat mobil listrik itu mudah jika kita mau. (www.its.ac.id)

“Mengapa mudah? Karena sebenarnya membuat mobil seperti ini mudah. Bagi ITS ini sudah terbukti. Mudahnya fasilitas yang ada semoga dapat dimanfaatkan, Mudah pendanaannya, mudah realisasinya dan mudah dalam jejaring” – Mohammad Nuh, Mendikbud

Teruslah berkarya wahai muda-mudi tanah air. Jangan mau dijajah lagi oleh Jepang, Eropa, dan bangsa lain dalam bidang automotif. Kita bisa. It’s EC.

“EC-ITS 1.0, Karya ITS Untuk Indonesia” (www.its.ac.id)

“Video Profil – Mobil Listrik ITS” (youtube.com)

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Conveyer Terbakar, Tonasa Pingsan

Salah satu conveyer PT. Semen Tonasa mengalami kebakaran. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 13.30 saat beberapa karyawan masih istirahat. PLTU 2x25MW yang berada di Biringkassi distop sementara pasca kebakaran. Selain itu pabrik Semen Tonasa yang pasokan listriknya sangat bergantung pada pembangkit tersebut sempat mengalami “pingsan” sampai akhirnya mendapatkan pasokan dari PLN sehingga mampu beroperasi kembali.

Conveyer yang mengangkut batu bara menuju boiler tersebut sangat vital. Tanpa conveyer tersebut, suplai bahan bakar dari penyimpanan batu bara menuju boiler terputus. Akibatnya pembangkit listrik tidak dapat dioperasikan.

Saya kebetulan berada di site proyek PLTU Tonasa yang baru. PLTU baru tersebut letaknya bersebelahan dan masih satu lokasi dengan PLTU lama (yang terbakar). Menurut diskusi teman-teman (yang lebih berpengalaman dari saya), conveyer milik Tonasa tersebut kurang safety karena tidak dilengkapi dengan Fire Fighter Automatic. Apalagi mengingat perannya yang vital.

Akibat kebakaran tersebut Tonasa diperkirakan mengalami kerugian hingga milyaran rupiah (ini menurut analisis teman-teman berpengalaman itu lho ya). Dan berita buruknya (yang masih kabar burung), tidak ada uang bonus buat karyawan pada tahun ini. Peristiwa tersebut juga menjadi berita buruk bagi anak karyawan seperti saya. Huhu….

Tradisi Menyambut Ramadhan di Berbagai Belahan Dunia

Different strokes for different folks atau yang lebih akrab di telinga orang Indonesia “Lain padang lain belalang, lain lubuk lain pula ikannya”. Tiap tempat memiliki budaya dan tradisi yang berbeda dari tempat lain, termasuk dalam perayam menyambut berkah bulan suci ramadhan. Berikut ini ada daftar berbagai tradisi khas yang ada di berbagai belahan dunia dalam menyambut bulan suci.

1. Pria menghiasi mata dengan celak mata (INDIA)

Penduduk muslim di India  menyebut Ramadhan dengan sebutan Ramazan. Menjelang bulan Ramadhan, para pria menghiasi mata mereka dengan kohl (sejenis celak mata). Penjualan bihun juga meningkat, karena menu ini sering dijadikan menu berbuka puasa.Selain berbuka dengan buah-buahan manis, warga India menikmati ghangui (sejenis sup yang dibuat dari terigu, beras dan potongan daging). Sup ini selalu disediakan di setiap mesjid.

2. Fanous, cahaya indah lentera ramadhan (MESIR)

Dengan bangga orang Mesir bilang “Kalian belum menikmati Ramadhan, kalau belum ber-Ramadhan di Mesir”. Perayaan Ramadhan sudah dimulai sejak hari pertama sahur. Sejumlah anak muda menabuh gendang untuk membangunkan orang sahur. Setelah berbuka, para ibu bersama anak-anak kecil keliling kota membawa fanous (sejenis lentera). Kalau dulu fanous terbuat dari gelas dan bercahayakan lilin, sekarang sudah dibuat dari plastik dengan cahaya lampu kecil. Toko-toko seluruh Mesir menjual fanous dengan model dan harga yang bervariasi.

Tradisi yang lainnya?

Meruntuhkan Amerika, Bukan Hal yang Mustahil !!!

Percuma kalau ada negara di dunia saat ini, termasuk China, kalau mau berhadapan frontal dengan militer AS. Contoh nyata itu Jepang di PD II lalu, itu negara dilumatkan bagai daun dimakan ulat oleh kekuatan militernya. Juga Timur Tengah dengan ’soft intervention’ melalui ‘gerakan demokrasi’ seperti yang melanda Mesir, Tunisia, Aljazair, Yaman, Libya dan Syria.

AS itu akan hancur dengan sendirinya dari dalam, dari internal mereka sendiri.

Bukan karena dikalahkan musuhnya. Persis seperti kasus Uni-Sovyet di awal 1980-an dulu. Itu persis dengan kekuatan super power di masa lalu dalam sejarah peradaban manusia selama ini. Kekaisaran Romawi, Kekaisaran Mongolia (Jengis Khan), Kekaisaran Persia, Inggris-Raya, dan Uni-Sovyet, mereka semua akhirnya menjadi bangsa dan negara ‘kerdil’ akibat kerusakan dari internal bangsanya sendiri, bukan akibat dikalahkan musuhnya.
Makanya strategi China sudah pas dalam menghadapi AS. Dia gerogoti dari pinggir-pinggir dulu kekuatan ekonomi AS (dengan merebut pasar-pasar tradisionalnya di Asia, Afrika, dan Amerika Latyin, dan bahkan kini di dalam negeri AS sendiri).

Harap diketahui saja, kekuatan kapitalisme AS itu kuncinya ada di Wall Street, ada di Bank-bank, dan di perusahaan MNC-MNC miliknya yang tersebar di seluruh dunia.

Kalau anda bisa melemahkan ‘ruh kapitalisme Amerika‘ itu, maka otomatis kekuatan militernya akan melemah. Sebab, militer itu hanya bisa kuat bila di sokong pendanaan yang besar sekali, yang duitnya diambilkan dari dukungan pajak yang di bayarkan oleh pelaku pasar di Wall Street dan perusahaan MNC itu, dan dari dana hasil menjual SUN (obligasi Pemerintah).
Tapi kini kekuatan di Wall Street sudah mulai redub. Kepercayaan orang kaya di dunia pada kertas-kertas saham dan lembaran kertas utang (obligasi) di pasar-pasar seperti Wall Street itu mulai runtuh. Dan keruntuhan Wall Street itu adalah akibat keserakahan pelaku-pelaku pasar di Wall Street sendiri, bukan akibat ulah spekulator dari negara lain.

Bank-bank milik AS pun saat ini banyak yang ‘collaps’ atau di ‘take-over’ oleh investor asing akibat terlilit krisis karena kreditnya macet dimana-mana (Citibank itu contohnya, kini sahamnya dikuasai milyarder dari Arab).

Yang paling fatal itu, kepercayaan pada US$ dan Euro pun mulai runtuh, kini di seluruh dunia, orang lebih percaya menimbun emas batangan ketimbang menyimpan tumpukan dollar dan euro.
China mengajarkan pada kita, meskipun dunia ini panas oleh peperangan dan ketegangan baru, anda jangan menerjunkan diri menjadi pemain utama dalam pertempuran itu seperti yang dilakukan AS. Atau seperti keterlibatan negara-negara Eropa di perang Irak dan Afghanistan itu (yang pada akhirnya menyeret mereka ke dalam krisis ekonomi pada saat ini).

Tapi jangan pula anda lewatkan peluang bisnis yang timbul akibat munculnya peristiwa peperangan yang dilakuan negara-negara Barat itu. Caranya? Jadilah supplier barang untuk bahan keperluan perang di kedua belah pihak yang sedang terlibat pertempuran itu. Jadilah supplier senjata, rudal, RPG, atau ranjau darat. Jadilah supllier sepatu tentara, mantel, jacket, sampai ke iPod yang dibutuhkan tentara yang berperang. Jadilah supplier untuk makanan, seragam tentara, dan bahkan sampai ikat pinggang tentara yang berperang itu.

Kalau Negara yang berperang itu kehabisan dan kekurangan dana, seperti AS itu misalnya, berikan mereka pinjaman baru berapa pun mereka minta

Tapi harus dalam bentuk surat utang negara (jangan surat utang swasta) yang jaminannya pasti dan minta ‘yield’ yang setinggi-tingginya untuk setiap obligasi yang dijual Pemerintah AS setiap terbitnya. Kalau MNC-MNC mereka mulai goyah, begitu pula Bank-bank dan Lembaga keuangannya, boronglah saham-sahamnya (dengan ‘option’ semua asset perusahaan MNC itu boleh dikuasai, termasuk temuan-temuan baru dan rahasia teknologinya). Hal itu penting, karena perusahaan MNC-MNC milik AS itu kaya dengan berbagai royalty dan penemuan-penemuan teknologi maju yang mereka dapatakan dari peroses R & D yang cukup lama.

Kalau anda berhasil mengambil alih MNC-MNC milik AS itu, berarti andalah kini penguasa berbagai temuan teknologi milik mereka tadi.

Selanjutnya, semua formula itu tinggal di ‘copy paste‘, dan dikembangkan sendiri di negara anda. Itulah cerdiknya China modern. Banyak dunia Barat hanya tahu kisah taktik perang yang pernah di ajarkan Sun Tzu saja! Padahal, di negeri China itu ada banyak Sun Tzu-SunTzu lainnya, yang belum mereka publikasikan ke dunia.

Makanya, belajarlah ke negeri China. Tuntutlah ilmu meskipun itu sampai ke negeri China. Paham?

-oleh Syarifuddin Mahmudsyah via facebook-

Buku dan Anak ITS

Suatu hari teman se-kos datang ke kamar ku. Mungkin dia ingin meminjam buku (lagi). Dia langsung melihat-lihat buku di rak kecil, serasi dengan kamar kecilku. Itu sebenarnya rak sepatu yang dimodifikasi sedemikian rupa menjadi rak buku.

“Kamu itu tipe anak ITB”, celetuknya.
Mengkerutkan dahi. “Maksudnya?”, balasku.
“Kata Pak X, bedanya anak ITS sama ITB ya bukunya”, jawabnya datar. “Kalo anak ITS itu malas beli buku, gak seperti ITB”, lanjutnya.
Sedikit senyum tersungging di bibirku.

Emang anak ITS malas beli buku?

Randoseru

Aih, sudah lama juga nih gak ngeblog…. Maklum mahasiswa sok sibuk

Tadi sore sensei bahasa jepang ku cerita tentang sedikit pengalamannya di Jepang. Nah karena saya orang baik *tabok*, jadi cerita sensei saya sharing di sini. Tapi gak tau juga itu menarik atau gak bagi champ sekalian. Tapi bagi saya, “sesuatu banget ya….”

Tadi sensei membahas ~chan dan ~kun. Akhiran sapaan itu biasanya dipake buat memanggil anak kecil (SMP ke bawah). Sapaan ~chan buat anak perempuan, misalnya Mika-chan. Sapaan ~kun buat anak laki-laki, misalnya Nakata-kun.

Trus sensei nanya, ” Trus kenapa SINCHAN pake akhiran ~chan ? Dia kan anak laki-laki….”. Trus dijawab sendiri sama sensei, “Karena Sinchan itu cerewet kayak perempuan makanya pake ~chan….. ”

Terus Randoseru itu apa?