Buat Bangga Indonesia : Christian Lie Ilustrator Transformers dan GI Joe | Kompetisi Website Kompas MuDA – KFC

Berbicara mengenai komik, ada dua negara yang bisa dibilang sudah merajai industri kreatif tersebut, AS dan Jepang. Sebuah kabar membanggakan yang baru saja saya dapatkan dari industri komik AS. Christiawan Lie seorang putra bangsa yang masih berstatus kewarganegaraan Indonesia berhasil menembus industri komik AS bahkan karya-karyanya telah sukses merebut pasar dunia.

Siapa yang tidak kenal film Transformers dan GI Joe ? Bagi pecinta film pasti sudah pernah menonton film tersebut. Dan bagi saya kedua film tersebut pantas diberi dua jempol baik dari segi ide cerita maupun efek animasi. Ok, STOP! Saat ini kita tidak ingin membicarakan mengenai kedua film tersebut.

Film Transformers dan GI Joe diadaptasi dari komik yang laris di dunia. Nah di sini cerita menariknya. Siapa yang menyangka ternyata salah satu  ilustrator (orang yang menggambar komik) dari kedua komik tersebut adalah orang Indonesia. Ya, Chris Lie-nama beken dari Christiawan Lie- adalah salah satu ilustrator komik Transformers dan GI Joe.

”GI JOE itu karya pertama saya,” kata Chris Lie –nama beken Christiawan Lie–  saat ditemui Jawa Pos di Caravan Studio, bengkel komik yang dia dirikan pada 2008. Caravan Studio terletak di kompleks apartemen Mediterania Garden, Jakarta. Chris bersama tujuh orang stafnya bekerja setiap hari menyelesaikan sejumlah proyek komik dan ilustrasi untuk dipasarkan ke seluruh dunia. ”Moto di sini adalah get income from comic. Kami tidak bekerja yang lain,” ujar suami Reni Setia Dharma itu.

Baca lebih lanjut

Ayo Buat Bangga Negeri Ini | Kompetisi Website Kompas MuDA – KFC

Bangsa ini memang bukan bangsa yang sempurna. Bahkan mungkin masih jauh dari kata “sempurna”. Perekonomian bangsa ini masih termasuk rendah. Masih banyak rakyat miskin dan pengangguran. Masih banyak pejabat yang menghianati negaranya sendiri. Janji-janji untuk mensejahterakan rakyat kini mulai terlupakan akibat terbuai kenikmatan menggunakan uang negara. Para aktivis tidak tanggung-tanggung merusak fasilitas umum dan dengan tenangnya mereka mengatakan hal itu demi kepentingan rakyat. Suporter sepakbola tak henti-hentinya melakukan kerusuhan. Mereka terbuai fanatisme hingga lupa bahwa mereka satu bangsa.

Namun saya tetap bangga terlahir sebagai salah satu putra bangsa ini. Bangsa ini adalah bangsa yang kayaraya. Kaya akan sumber daya alam dan budaya.

Saat saya melihat kondisi negara ini yang kacau-balau, saya selalu berfikir optimis. Ini adalah sebuah proses. Belajar dari filosofi tanah liat. Untuk menjadi barang yang berharga, tanah liat harus dibanting diolah dibanting lagi. Tidak cukup sampai situ tanah liat tersebut harus dibakar lagi untuk menjadi barang yang kuat. Dan mungkin seperti itulah negara ini. Butuh sebuah proses. Butuh banyak cobaan. Hingga akhirnya bangsa ini menjadi bangsa yang besar. Amin.

Namun sampai kapan kita harus menunggu sampai saat itu tiba? Kalau kita begini-begini saja, harapan itu mungkin masih akan lama. Untuk itu marilah kita bangun negeri ini. Mulai dari diri kita. Mulai hari ini.  Ayo kita buat bangga negeri ini.

Kalau bukan kita siapa lagi?

Kalau bukan sekarang kapan lagi?

———-

Tulisan ini khusus saya buat atas partisipasi saya dalam Kompetisi Website Kompas MuDA – KFC. Untuk melihat artikel lain yang saya buat atas partisipasi saya dalam Kompetisi Website Kompas MuDA – KFC silahkan klik di sini.